FISIP Universitas Mahendradatta dan FISIP Universitas Dipenegoro Perkuat Kolaborasi melalui Penanda Tanganan PKS dan Kuliah Umum “Sinergi Pentahelix dan Suara Lokal Menguatkan Arah Kebijakan Pariwisata Kuliner”
FISIP Universitas Mahendradatta dan FISIP Universitas Dipenegoro Perkuat Kolaborasi melalui Penanda Tanganan PKS dan Kuliah Umum “Sinergi Pentahelix dan Suara Lokal Menguatkan Arah Kebijakan Pariwisata Kuliner”
Denpasar, 23 Juni 2027 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mahendradatta bekerja sama dengan FISIP Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan Penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang dirangkai dengan Kuliah Umum bertema “Sinergi Pentahelix dalam Pariwisata Kuliner: Menakar Urgensi Suara Lokal dalam Perumusan Kebijakan Publik” di Kampus B Universitas Mahendradatta. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dari kedua perguruan tinggi, dan Alumni serta Tokoh Adat sebagai ruang bertukar gagasan mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam membangun sektor pariwisata kuliner yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Dalam pemaparan yang di moderatori oleh Dr. Drs. I Wayan Sedia, M.Ikom, narasumber yang terdiri atas Dr. Dra. Tri Yuninigasih, M.Si (Undip), Ni Putu Ari Setiawati, S.E., M.AP (Unmar) dan Ida Bagus Alit Sudewa, S.H., M.AP (Alumni, tokoh adat, dan Ketua DPD ABPEDNAS Provinsi Bali) menekankan bahwa keberhasilan kebijakan publik tidak hanya ditentukan oleh kualitas perencanaan pemerintah, tetapi juga oleh sejauh mana kebijakan tersebut mampu mengakomodasi aspirasi dan kebutuhan masyarakat lokal. Melalui pendekatan Pentahelix, setiap unsur memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang partisipatif, inovatif, dan berorientasi pada pemberdayaan potensi daerah. Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam mengkaji berbagai tantangan dan peluang pengembangan pariwisata kuliner sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Dekan FISIP Universitas Mahendradatta menyampaikan bahwa penyelenggaraan kuliah umum ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan isu-isu strategis nasional. Selain memperkaya wawasan akademik mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat sinergi kelembagaan antara FISIP Universitas Mahendradatta dan FISIP Universitas Diponegoro melalui penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor Universitas Mahendradatta Dr. I Wayan Sutrisna, S.Sos., M,Si dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk menjadi pusat lahirnya gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan bangsa. Menurutnya, kolaborasi dengan Universitas Diponegoro melalui forum ilmiah seperti kuliah umum merupakan wujud nyata komitmen universitas dalam membangun ekosistem akademik yang terbuka, kolaboratif, dan berdampak. “Kami berharap kegiatan seperti ini mampu melahirkan pemikiran-pemikiran inovatif yang dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan publik serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan daerah dan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Mahendradatta Dr. Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry Wedasteraputra Mahendradatta Suyasa, S.Sos., S.H., M.H. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk penguatan jejaring antarperguruan tinggi. Ia menilai bahwa kemitraan strategis dengan berbagai institusi pendidikan merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. “Yayasan Mahendradatta akan terus mendukung berbagai program akademik yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan pengembangan karakter generasi muda agar mampu menjadi pemimpin yang berintegritas serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, FISIP Universitas Mahendradatta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum-forum akademik yang berkualitas, mendorong lahirnya gagasan inovatif, serta menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan publik di Indonesia. Diharapkan, kolaborasi yang telah terbangun tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan kuliah umum, tetapi berkembang menjadi berbagai program strategis yang mampu memberikan manfaat bagi sivitas akademika, pemerintah, dan masyarakat luas dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.




