Sejarah

WORKSHOP KAMPUS BERDAMPAK

Workshop Kampus Berdampak telah sukses diselenggarakan pada 08–10 Desember 2025 di Kampus Pusat Universitas Mahendradatta. Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif untuk menyelaraskan pengembangan pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat, dunia industri, serta arah pembangunan nasional. Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian materi, diskusi, dan forum interaktif yang dirancang untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan universitas.

Workshop tahun ini mengusung tema: “Melalui Workshop Berdampak Universitas Mahendradatta Tahun 2025, Kita wujudkan pendidikan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas, inovasi berbasis riset, dan kolaborasi global untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang terintegrasi dengan Konsep Tri Sakti Marhaenisme.” Tema tersebut menjadi fondasi bagi seluruh agenda kegiatan yang menekankan transformasi perguruan tinggi ke arah mutu, inovasi, dan relevansi sosial.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dari unsur akademisi, asosiasi profesi, pemangku kepentingan, mahasiswa, hingga para lulusan. Kehadiran para ahli dan praktisi ini memberikan wawasan komprehensif mengenai implementasi pendidikan tinggi berbasis Outcome-Based Education (OBE), sekaligus menjadi sarana berbagi pengalaman untuk mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di Universitas Mahendradatta.

Diskusi dan sesi teknis yang berlangsung memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya inovasi berbasis riset serta penguatan kolaborasi strategis, baik di tingkat nasional maupun global. Seluruh proses ini diharapkan mendorong universitas untuk terus beradaptasi dengan dinamika perkembangan pendidikan tinggi, serta memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Sebagai penutup rangkaian workshop, dilakukan penyerahan dokumen resmi oleh masing-masing fakultas kepada pihak Rektorat. Penyerahan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menerapkan hasil workshop serta memastikan keberlanjutan program Kampus Berdampak sebagai langkah nyata Universitas Mahendradatta menuju pendidikan tinggi yang progresif, berkualitas, dan berdaya saing

 

 

Sejarah

Sejarah Universitas Mahendradatta

Universitas Mahendradatta Denpasar didirikan pada tanggal 17 Januari 1963 berdasarkan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 104 Tanggal 9 Agustus 1962 dan dikuatkan melalui SK Presiden Pertama Republik Indonesia, Dr. Ir. Sukarno yang akhirnya berhasil diwujudkan bersama sahabat perjuangannya dalam politik yakni (alm) Swargi Shri Wedastera Suyasa. Sejarah mencatat bahwa akibat situasi nasional di jaman Orde Baru, Universitas Marhaen berganti nama menjadi Universitas Mahendradatta.

Pada awalnya pendiriannya Universitas Mahendradatta memiliki Program Sarjana (S1) yang terdiri atas: 1) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan Program Studi Ilmu Administrasi Negara, 2) Fakultas Hukum (FH) dengan Program Studi Ilmu Hukum, 3) Fakultas Teknik (FT) dengan Program Studi Teknik Industri, 4) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan Program Studi Manajemen dan 5) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Program Studi Kewirausahaan.

Selanjutnya berdasarkan SK Direktur Jendral Pendidikan Tinggi 1 Agustus tahun 2007 No. 2071/D/T/2007,  Tentang Ijin Penyelenggaraan Prodi Magister Hukum Pemerintahan Jenjang Strata S2, pada Tahun 2016 Universitas Mahendrdatta memperoleh ijin penyelenggaraan Program Studi (S1) Kewirausahaan, dan yang terbaru, yakni pada Tahun 2018 Universitas Mahendradatta diperkenankan menyelenggarakan Program Pasca Sarjana (S2) Program Studi Ilmu Administrasi Publik dan pada tahun 2022 bertambah lagi satu prodi yaitu Program Studi Magister Majemen Inovasi.