UNMAR BERSANDING DENGAN UI DI 3 BESAR KOMPETISI OTORITAS JASA KEUANGAN

KOMPETISI – Dosen Universitas Mahendradatta saat menerima penghargaan atas tiga besar kompetisi di OJK

JURUSAN KEWIRAUSAHAAN MAHENDRADATTA SATU SATUNYA DI BALI

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mahendradatta yakni Komang Agus Rudi Indra Laksmana SE MM, Made Anggia Pramita Sukma S.ST.M.Si, dan Ni Made Yudhaningsih SE. MM  kembali mengharumkan nama Bali lewat Kompetisi Inklusi Keuangan ( KOINKU ) yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ). Berhasil menyisihkan 181 peserta dari perguruan tinggi dan lembaga keuangan kredibel, Dosen Unmar mampu meraih Tiga Besar dan berhak atas penghargaan serta dana penelitian. Istimewanya dari posisi tiga besar itu, Unmar bersanding dengan perguruan tinggi ternama di Indonesia yakni Univ.Bina Nusantara dan Universitas Indonesia ( UI ) dan praktis Unmar menjadi satu satunya Perguruan Tinggi di Bali yang meraih presitasi ini. Dengan tema “Model Inklusi Keuangan Berbasis Digital Dalam Rangka Mendorong Percepatan Akses Keuangan”, presentasi dari dosen Unmar ini mampu membuat terpikat para Dewan Juri diantaranya Sondang Martha Samosir ( Ketua Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK ), M. Taufiqurohmman ( Kepala Pusat Riset dan Data Tempo ), Eko Pratomo (Senior Advisor BNP Paribas Investment Partners ), Aldi Haryopratomo (Ketua Bidang Inklusi Keuangan Asosiasi Fintech ) dan Sylviana Maya Darmayanti ( Dosen dari ITB Bandung dan pengurus PRLIK).  Apresiasi atas prestasi ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekononi dan Kewirausahaan, Drs Wayan Suartini,SE, MM yang menyatakan bahwa dosen – dosen FE Unmar kini sedang diarahkan untuk tidak saja mampu menjadi pengajar yang baik didalam kelas, tapi  juga rajin mengikuti penelitian dan kompetisi yang tingkat nasional. “Kompetisi yang dilaksanakan oleh OJK ini tidak main – main. Ditahun keempat ini syarat dan juga criteria kompetisi inklusi keuangan semakin ketat. Dewan jurinya pun berbobot. Maka mendapatkan posisi tiga besar sudah melebihi target. Apalagi bisa bersanding dengan UI. Ini hebat karena sudah membawa nama Bali dengan baik.”ungkap Drs. Wayan Suartini, MM yang juga istri dari Wakil Ketua DPRD Bali Dr Nyoman Sugawa Korry ini.  Hal senada juga diungkap oleh Agus Rudi Indra Laksmana SE MM yang menyatakan bahwa Unmar sebagai PTS Tertua di Bali tentu harus memberikan teladan khususnya bagi bagaimana konsep konsep ekonomi berdikari ini bisa dijalankan. “Sebagai PTS yang didirikan oleh Bung Karno, tentu pihak lembaga dan yayasan terus menanamkan prinsip prinsip ekonomi Pancasilais, prinsip ekonomi berdikari sebagai wujud kedaulatan bagi bangsa. Dan artinya, roh ekonomi Indonesia ini harus menjadi pedoman filosophy bagi setiap ekonom di Indonesia. Dan kini dengan adanya Paket Kebijakan Ekonomi dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo ini tentu akan menambah wawasan bagi kaum akademisi bahwa ada rencana besar dari pemerintah untuk mendorong akses keuangan termasuk digitalisasi. Jadi kurikulum di FE Unmar pun diupdate. “ungkap Komang Rudi yang juga penerima Beasiswa S3 Program Doktor dari Yayasan Mahendradatta ini. Unmar saat ini telah memiliki izin dari program studi Kewirausahaan dari Kemneristekdikti dan menjadi Universitas Mahendradatta sebagai satu satunya universitas di Bali yang memiliki izin Kewirausahaan. Bagi di Bali para lulusan dari FE Kewirausahan ini akan memiliki  kemampuan sebagai pengusaha disamping juga sebagai praktisi ekonomi yang diharapkan untuk menjadi lokomotif ekonomi nasional.