UNIVERSITAS MAHENDRADATTA KOMIT JADI LEMBAGA PENCETAK INTELEKTUAL YANG AKTIVIS

I Made Agung Adi Putra Pemecutan ( Presidium Unmar ) bersama DR. IR. H. Andi Amran Sulaiman,MP ( Menteri Pertanian RI ) di Acara Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia di Bumi Perkemahan Cibubur

MAHASISWA UNMAR IKUTI JAMBORE DAN SILATURAHMI MAHASISWA INDONESIA DI CIBUBUR

Founding Father Indonesia, Dr. Ir Sukarno kerap memberi pesan pada anak bangsa bahwa mustahil didunia modern ini pemimpin lahir dari tanpa rahim organisasi. Dan organisasi adalah sebuah kawah candradimuka yang akan membentuk mental mahasiswa menjadi calon pemimpin bangsa. Dan hal inilah yang terus dilanjutkan oleh Universitas Mahendradatta ( UNMAR ) sebagai perguruan tinggi swasta tertua di Bali yang selalu aktif dalam membina mahasiswanya agar tidak saja cerdas di dalam kelas ( akademik ) tapi juga agar aktif didunia aktifis ( pengabdian ). Sebagaimana disampaikan oleh I Made Agung Adi Putra Pemecutan ( Presidium Mahasiswa UNMAR ) yang hadir di Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia bersama ribuan mahasiswa dari 25 Provinsi lainnya di Indonesia. ” Dikampus Unmar, pihak lembaga sangat mendukung kegiatan mahasiswa terutama mengasah kemampuan dalam bidang aktifis mahasiswa. Kami sengaja kuliah dikampus reformasi ini karena jejak rekam Unmar sebagai kampus yang memberikan keleluasaan dalam hal pemberdayaan mahasiswa. Unmar yang didirikan atas ide dan gagasan Bung Karno senantiasa ada terdepan dalam memberi pemikiran kebangsaan. Seperti saat reformasi 1998, UNMAR adalah PT pertama yang mendukung reformasi menjatuhkan rezim Soeharto. Dan juga dalam hal menolak reklamasi, UNMAR paling terdepan menyatakan solidaritas mendukung Penolakan UNUD. Dan ditahun 2017 ini UNMAR pun komit mendukung Trisakti Joko Widodo. ” Ungkap Agung Adi Putra yang alumni SMA N 1 Kuta Utara. Dalam acara Jambore Nasional ini   Pihak BEM UNMAR mengirimkan 7 mahasiswa dan mahasiswi untuk berpartisipasi dalam acara kebangsaan yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Cibubur. ” Kami selalu terkenang dengan semboyan Unmar agar menjadi mahasiswa itu memerlukan keberanian untuk bersikap. Karena percuma menjadi Sarjana tapi tidak menguasai ilmu komunikasi dan bergaul. Kami sangat berterimakasih pada lembaga yang telah memberikan restu pada aktivitas mahasiswa UNMAR sehingga kami menjadi terpacu untuk selalu berprestasi demi nama Bali dan Indonesia. Mungkin hal – hal seperti ini tidak bisa ditemui dikampus lain. Kami bangga menjadi bagian dari kampus Peninggalan Bung Karno ini. “Ungkap Agung Adi Putra. Sebagai informasi bahwa disetiap jurusan di Unmar selalu mengajarkan kurikulum Tri Sakti Marhaenisme. Tradisi ini dilakukan sejak awal berdirinya unmar pada 1963. ” Jauh sebelum era reformasi, kurikulum Trisakti sudah menjadi kewajiban disetiap jurusan. Ini unik dan satu – satunya di Bali dan bahkan di Indonesia. Revolusi mental adalah kewajiban bagi setiap anak bangsa dan kami sangat bangga dgn pencapain alumni Unmar yang sudah terserap dipangsa dunia kerja. Tidak sedikit dari mereka diusia muda memimpin divisi – divisi diperusahaan. Hal itu karena tradisi kepemimpinan sudah dilatih sejak usia muda. Dan itu cukup berhasil. Kita akan pertajam terus “ungkap Drs. Abdul Samad Asaf,MM ( Wakil Rektor III Unmar ).