UNIVERSITAS MAHENDRADATTA GELAR BULAN BUNG KARNO SEBULAN PENUH

BULAN BUNG KARNO – Penglingsir Puri, Ketua Umum Yayasan Mahendradatta, Rektor Unmar, Jajaran Rektorat dan Fakultas serta BEM Unmar dan  pengurus HMJ Seluruh  Fakultas Unmar di Puri Agung Tampaksiring Gianyar

PERAYAAN HARI LAHIR BUNG KARNO DI PURI AGUNG TAMPAKSIRING

PTS tertua di Bali dan Nusa Tenggara sejak 1963, Universitas Mahendradatta ( d/h Marhaen ) kembali menyelenggarakan peringatan Bulan Bung Karno selama sebulan penuh, hal ini mengingat adanya hubungan sejarah antara keberadaan Presiden Sukano dengan Unmar yang dahulunya bernama Universitas Marhaen ini. Demikian diungkap Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry W Suyasa, S.Sos,SH,MH ( Ketua Umum Yayasan ) saat hadir di Puri Agung Tampaksiring Gianyar. Kehadiran Turah Wira, didampingi oleh Dr. Putri Anggreni ( Rektor Universitas Mahendradatta ), Cokorda Swarna Putra ( Penglingsir Puri Tampaksiring ). Tampak hadir Enong Ismail ( Ketua Dewan Kurator The Sukarno Center ) dan Desak Karna ( Putri Angkat Bung Karno asal Tampaksiring ) serta civitas akademika dan pengurus BEM dan  Himpunan Mahasiswa Jurusan ( HMJ ). “ Unmar sejak didirikannya, selalu konsisten menyelenggarakan acara Bulan Bung Karno termasuk ketika keadaan sulit saat zaman orde baru. Termasuk saat pemerintah rezim Soeharto memaksa Univ Marhaen berganti nama menjadi Mahendradatta pada 29 November 1984.  Ini semua  tentu menjadi perjalanan sejarah yang membuat Unmar besar seperti sekarang, tapi jangan mentang – mentang sudah berjaya tapi kita lupa akan sejarah. Dan Bulan Bung Karno ini sebagai salah satu tanda bahwa hanya Unmar yang konsisten selenggarakan acara Bulan Bung Karno. Ini wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dan kita pilih lokasi di Puri Agung Tampaksiring, bahwa secara akademis bahwa sejarah Istana Kepresidenan RI di Tampaksiring adalah pemberian dari leluhur Puri Agung Tampaksiring, kepada Bung Karno. Apalagi sejarah kebangsaan Puri Agung Tampaksiring ini sudah disetujui oleh Ibu Sukmawati Sukarno melalui prasasti. Artinya kebenaran sejarah tidak akan terbantahkan. ”ungkap Turah Wira Weda ( Ketum Yayasan Mahendradatta ). Hal senada diungkap oleh Dr Putri Anggreni ( Rektor Unmar ) yang menyatakan bahwa Unmar sebagai PTS Tertua tentu harus memberikan teladan khususnya bagaimana menjadi lembaga pendidikan tinggi yang bisa menghasilkan sarjana, magister hebat untuk bangsa Indonesia. “ Jauh sebelum Presiden Joko Widodo mengumandangkan Tri Sakti Marhaenisme, UNMAR sudah lebih awal sejak 1963 mengadakan kurikulum Marhaenisme. Ini menjadi sebuah keniscayaan, mengingat saat ini apa yang diajarkan oleh Unmar menemukan momentumnya dengan pemerintahan Revolusi Mental. Kami yakin, pendidikan karakter itu penting sekali apalagi bagi mahasiswa kami dan juga almamater Kampus Unmar. Sebagai perguruan tinggi yang konservatif, tentu tradisi dan sejarah ini menjadi prioritas”ungkap Dr, Putri Anggreni (  Rektor Unmar ). Dalam kegiatan itu, selain acara diskusi 6 Juni, juga diadakan persembahyangan di Merajan Puri Agung Tampaksiring dan Pemotogan Tumpeng Majapahit sebagai simbol gemah ripah loh jinawi.