PROGRAM STUDY ADMINISTRASI NEGARA MELAKUKAN STUDY VISIT SEBAGAI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

UNMAR – Wakil Rektor III Universitas Mahendradatta Bali Bersama Dosen FISIP Unmar Saat Menyerahkan Cindera Mata Kepada Komisioner KPU Provinsi Bali

KUNJUNGAN FAKULTAS ILMU SOSIAL POLITIK UNMAR KE KPU PROVINSI BALI

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Program Study Ilmu Administrasi Negara Universitas Mahendradatta Bali melaksanakan study visit ke KPU Provinsi Bali Renon Denpasar. Tujuan dari agenda ini kerja belajar ini adalah untuk memberikan penjelasan dan pengalaman nyata kepada mahasiswa mengenai proses pemilihan umum, baik pilkada, pileg dan pilpres. Utamanya untuk pemilihan Kepala Daerah Bali yang akan berlangsung pada tanggal 27 Juni 2018 nanti. Study visit ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Mahendradatta Bali pada semester I, III, V. Komisioner KPU, Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S. Sos.,M. Si langsung menyambut kedatangan pihak Mahendradatta dan memberikan penjelasan mengenai sistem pemilu. Pada saat itu juga acara yang diberi pengantar oleh Wakil Rektor III Universitas Mahendradatta, Drs. Abdul Samad Asaf, MM, langsung mengadakan simulasi KPPS. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat mengerti dan paham langsung secara teknik mengenai sistematika pemilu yang akan dilaksanakan. Selaku Wakil Rektor III, Drs. Abdul Samad Asaf, MM, menyatakan bahwa acara seperti ini sangat penting untuk dilakukan. Sebab hal ini terkait dengan beberapa mata kuliah yang diberikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik pada Program Study Administrasi Negara. Senada dengan Wakil Rektor III, Komisioner KPU, Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S. Sos., M. Si menyatakan bahwa pihaknya juga berharap bahwa dengan hadirnya mahasiswa Universitas Mahendradatta ke KPU, akan membawa pengaruh kuat bagi mudahnya pihak KPU untuk melaksanakan sosialisasi terkait pilkada pada tahun 2018. Pihaknya juga beharap bahwa Universitas Mahendradatta dapat mengirimkan beberapa mahasiswanya pada pemilu pilkada 2018 mendatang sebagai tim pemantau di KPPS. Dengan adanya mahasiswa sebagai ujung tombak pelaksanaan dan sosialisasi pemilu, maka diharapkan ada peningkatan kualitas pemilu yang lebih baik. Sebab dalam beberapa hal, pemilu sering terkendala teknis dan banyaknya masyarakat Bali yang kurang mengetahui sistematika dalam pemilihan umum mendatang. Hadirnya mahasiswa Universitas Mahendradatta di KPU, merupakan sebuah jembatan untuk mensosialisasikan program KPU juga kepada masyarakat. Dengan adanya agenda kerja belajar seperti ini, maka baik pihak KPU dan pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Mahendradatta masing- masing dapat meningkatkan kualifikasinya. Sebab bagaimanapun juga peranan mahasiswa sangat berpengaruh bagi sukses dan tidaknya pemilu pada 27 Juni 2018 mendatang. ( humas )