UNMAR – Dr. Asman Abnur, SE,M.Si ( Menteri PAN RB RI ) bersama Shri IGN Wira Wedawitry,S.Sos,SH,MH ( Ketum Yayasan Mahendradatta), Dr. Putri Anggreni,S.E,M.Pd ( Rektor ) dan Dekan Fakultas FISIP

PUSAT SIAP BERDAYAKAN FAKULTAS ILMU SOSIAL POLITIK  UNMAR

Kampus Swasta Tertua di Bali, Universitas Mahendradatta kembali mempertegas keberadaan dirinya sebagai kampus negarawan. Bagaimana tidak, silih berganti para pejabat nasional dan internasional hadir di situs universitas yang didirikan pada tahun 1962 atas gagasan Bung Karno ini. Salah satunya kehadiran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN RB ) Republik Indonesia, Dr. Asman Abnur, SE,M.Si dalam acara rangkaian Dies Natalis Unmar ke-54. Disambut oleh Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry Wedasteraputra Suyasa,S.Sos,SH,M,H ( Ketua Umum Yayasan Mahendradatta ), Dr. Putri Anggreni,S.E,M.Pd ( Rektor Univ Mahendradatta ), pejabat Rektorat dan para Dekan dari seluruh fakultas S1 dan program S2 yang ada di Unmar. “ Saya bangga sekali datang ke perguruan tinggi sejarah ini. Dan nuansa Bung Karno memang sangat kental sekali. Terimakasih pada Universitas Mahendradatta yang telah banyak melahirkan sarjana dan magister yang berguna untuk bangsa dan negara. Saya mohon doa dan dukungan agar program Nawa Cita Presiden Joko Widodo berhasil khususnya di Provisi Bali. “ungkap Dr. Asman Abnur.

Kebanggaan yang sama juga diungkap oleh Dr. Putri Anggreni ( Rektor Unmar ) yang menyatakan bahwa Unmar selalu mentradisikan kehadiran tokoh – tokoh besar agar mampu menggugah semangat anak didiknya. “ Unmar adalah satu – satunya PTS di Indonesia yang bisa mendatangkan Presiden – Presiden RI dan sebagian dari Kabinet. Ini tentu merupakan bukti yang sangat baik, karena Unmar dipercaya oleh negara. Dan tradisi itu kita lanjutkan terus. Dan mahasiswa Unmar baik S1 dan S2 harus dibiasakan bertemu dengan tokoh nasional agar ada kultur terbuka dalam pikiran mereka. Sekaligus menyerap pengalaman dan ilmu melalui kuliah umum. Ini komitmen kita pada mahasiswa Unmar. “ ungkap Rektor Unmar. Hal senada disampaikan oleh Turah Wira Wedawitry ( Ketua Umum  Yayasan Mahendradatta ), yang menyatakan bahwa pada tahun 2014, Kampus Unmar pernah dipercaya menjadi tuan rumah seleksi CPNS dengan sistem CAT dan ini berkat good will dari Menteri PAN RB. “ Unmar khususnya Fakultas Ilmu Sosial Politik sudah memiliki track record baik dengan Kementerian PAN RB. Kemenetrian ini adalah garda terdepan dari pemberdayaan SDM dan aparat negara. Dan kita dukung agar usaha mereformasi sistem, usaha menyederhanakan rantai birokrasi dan juga pemenuhan hak – hak daerah terhadap kebutuhan SDM baik PNS dan Profesional agar dapat segera diwujudkan. Kami masih percaya bahwa Presiden Joko Widodo bisa mewujudkan hal tersebut. Kita dukung Nawa Cita Presiden agar berhasil. Dan salah satu targetnya adalah di seleksi CPNS 2019.” ungkap Tu Rah Wira yang juga Ketua DPD PNI Marhaenisme Provinsi Bali. Iapun berpesan  jika agar anak muda Bali yang ingin lolos CPNS ditahun 2019 seiring dengan wacana dihentikannya moratorium oleh pusat, agar anak muda Bali memenuhi dua hal utama yakni menjadi seorang Sarjana ( S1 ) sehingga kesempatan lebih luas dan juga ahli dalam program komputer yakni CAT. “Jika ingin menjadi PNS 2019, saya harap kuasai materi CAT karena negara akan menggunakan sistem komputerisasi. Tentu menjadi seorang Sarjana dengan IP Tinggi akan membuka peluang lebih dibanding hanya lulusan SMA atau Diploma. “ungkap Turah Wira yang juga Sekretaris Umum KNPI Bali ini. Pada tahun ajaran 2017 ini, Unmar menyediakan beasiswa S1 senilai Rp 41 Milyar untuk 1000 mahasiswa dari seluruh Bali untuk dikuliahkan bebas biaya dan disubsidi sampai semester VIII ( target 4 tahun ) untuk jurusan Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Sosial Politik dan Fakultas Hukum.  (humas)