KUNJUNGAN INDUSTRI, MAHASISWA LP2M UNIVERSITAS MAHENDRADATTA BALI KE PABRIK ES BALOK “CV. DARMA MERTHA”

Mahasiswa LP2M Universitas Mahendradatta Kunjungan Ke Pabrik Es Balok “CV Darma Mertha”

Sejumlah mahasiswa Universitas Mahendradatta Bali asal kabupaten Tabanan melakukan kunjungan ke salah satu Perusahaan produksi es balok yang berada di kabupaten Tabanan. Yang bernama“CV. DARMA MERTHA” beralamat di Jl.Pulau Nias No.21 Tabanan,Bali. Perusahaan ini telah berdiri dan eksis dari tahun 1980, yang didirikan oleh salah satu putra asli Bali asal Denpasar yang bernama Darmayasa Saputra, tidak hanya itu perusahaan yang bediri diatas tanah seluas 4.000 m2 ini telah mengantongi 8 ijin sesuai standarisasi Pemerintah, dan memiliki 20 tenaga kerja diantaranya, tenaga kantor 3 orang, pengawas mesin 2 orang, driver pengiriman 4 orang, bagian produksi 10 orang, dan 1 orang supervisor. Pendistribusian es balok ini menjangkau di beberapa daerah di Bali diantaranya Badung, Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Buleleng.  CV. DARMA MERTHA saat ini  rata-rata memproduksi es balok setiap harinya mencapai 400 sampai 1000 es balok. Tergantung dari musim yang ada. Dalam hal ini ada 3 (tiga) musim yaitu musim hujan, musim kemarau dan dingin. Pada umumnya musim kemarau terjadi pada bulan September-November. Sehingga jumlah produksi dan pendistribusian es balok per hari nya bisa mencapai 1.000 balok, kemudian disusul oleh musim dingin yang datang pada bulan Juli-Agustus. Yang membuat produksi dan pendistribusian es balok pada musim ini menurun dengan rata-rata 450 es balok/harinya. Produksi dan     pendistribusian yang paling sedikit terjadi pada musim hujan, diantara bulan Desember-April. Karena pada bulan ini, penjualan hanya mencapai mencapai 400 es balok/harinya.  Dalam memproduksi es balok tersebut, Perusahaan CV. DARMA MERTHA menggunaan listrik PLN,  sebagai sumber daya utama. Setiap bulan nya perusahaan tersebut menghabiskan biaya hingga Rp. 138.000.000untuk pembayaran listrik saja. Sedangkan untuk sumber air pembuatan es balok, perusahaan menggunakan 2 alternatif. Yang pertama sumur ABT(air bawah tanah) yang di pompa dari kedalaman 75 meter yang merupakan sumber air yang sudah layak pakai. ABT ini memiliki ijin yang di perpanjang setiap 2 (dua) tahun sekali, dengan menghabiskan biaya sebesar Rp.2.000.000 ditiap bulannya .   sumber air yang kedua,perusahaan tersebut menggunakan air dari PDAM yang menghabiskan biaya sebulan nya mencapai Rp. 3.000.000. Pada kesempatan yang baik ini para mahasiswa diberikan waktu untuk langsung melihat cara pembuatan es balok tersebut. Mereka sangat antusias belajar secara langsung dengan mencatat dan mengambil gambar. Kegiatan ini dilakukan guna untuk mempelajari bagaimana system berkembangnya industry yang ada di kabupaten Tabanan .Para mahasiswa berharap industry yang ada saat ini bisa semakin berkembang.