Foto Bersama : Penyerahan Prasasti Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( President The Sukarno Center / Anggota DPD RI Provinsi Bali ) Diterima Oleh Kepala Operasional Candi Ratu Boko Saat Penyerahan Prasasti Candi Ratu Boko 

PENYERAHAN PRASASTI THE SUKARNO

The Sukarno Center yang berbasis di Mancawarna Tampaksiring Gianyar Bali, ia bersama putri Bung Karno, Sukmawati Sukarno Putri terus berjuang mendata jejak – jejak Bung Karno serta situs – situs bersejarah di Nusantara. Kini giliran Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai daerah dengan banyaknya candi atau situs bersejarah dan terkait dengan Bulan Bung Karno Tahun 2017, Gusti Wedakarna yang diwakili oleh rombongan Overland berkesempatan untuk menyerahkan prasasti kepada Candi Ratu Boko di Prambanan, DI Yogyakarta. “ Mengadakan kunjungan ke Candi Ratu Boko, sekaligus dirangkaikan dengan acara Penyerahan Prasasti The Sukarno Centre yang di terima oleh Manajemen Operasional Candi Ratu Boko. Dengan penyerahan Prasasti The Sukarno Centre kepada pihak manajemen operasional Candi Ratu Boko sebagai wujud apresiasi karena telah mengelola peningalan leluhur hindu.” Ungkap Ketua Rombongan Agus Winaryanto. Situs ini menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs permukiman namun fungsi tempatnya belum diketahui denganjelas. Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke – 8 pada masa Wangsa Sailendra ( Rakai Panangkaran ) dari Kerajaan Medang ( Mataram Hindu ). Dilihat dari pola peletakan sisa – sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja ). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan. Sisa – sisa pemukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini. Nama “ Ratu Baka “ Berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka Bahasa Jawa( Arinya Raja Bangau ) adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat Loro Jongrang. Situs Ratu Boko pertama kali dilaporkan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790, yang menyatakan terdapat reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Bukit ini sendiri merupakan cabang dari sistem Pegunungan Sewu, yang membentang dari selatan Yohyakarta hingga daerah Tulungagungk. Seratus tahun kemudian baru dilakukan penelitian yang dipimpin oleh FDK Bosch, yang dilaporkan dalam Keraton Van Rotoe Boko. Dari sinilah disimpulakan bahwa reruntuhan itu merupakan sisa – sisa Keraton.